Belajar Sejarah Terasa Asyik dengan Main ke Museum

Salah satu penyebab kurangnya minat belajar siswa adalah karena siswa membutuhkan suasana baru dalam proses pembelajaran. Minat belajar yang rendah dapat menyebabkan siswa menjadi kurang faham terhadap materi-materi yang diajarkan. Oleh sebab itu siswa membutuhkan suasana baru dan metode yang baru, agar siswa semangat dalam belajar.


Membuat suasana baru dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan kegiatan di luar ruangan. Kenapa harus di luar ruangan? Karena di dalam ruangan siswa akan dibatasi oleh dinding-dinding kelas. Hal ini akan membatasi imajinasi siswa dalam memproses materi pelajaran. Ketika proses pembelajaran dialihkan ke luar kelas, siswa akan memiliki sudut pandang yang semakin luas dan tidak terbatas.
Museum adalah salah satu tempat yang dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran di luar kelas. Kesan tentang museum selama ini selalu tampak sunyi dan cenderung kurang terurus. Museum hanya sesekali dikunjungi oleh para siswa yang mendapat tugas dari sekolah, untuk mencatat berbagai benda yang ada di dalamnya. Saat ini museum belum menjadi tujuan utama dalam pariwisata edukasi dan masih kurang pengunjungnya. Padahal siswa bisa mempelajari kebudayaan, peradaban, dan sejarah sekaligus saat berada di dalam museum. Peradaban masa kini mempunyai akar sejarah dan hubungan dari masa lalu. Dengan belajar sejarah melalui museum, kita akan memahami sekaligus menghargai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


Sangat banyak museum yang ada di Indonesia dan menyediakan beragam sarana edukasi pembelajaran secara langsung, terutama dalam pembelajaran sejarah. Siswa diajak ke Museum untuk mengenali benda-benda atau replika yang sebelumnya hanya dijumpai di dalam buku. Ketika guru sering mengajak siswa main ke museum, maka pelajaran yang didapatkan tak cuma soal sejarah yang ada di Museum, tetapi juga melatih mereka tentang kedisiplinan, percaya diri, dan kreativitas. Karena di setiap kegiatan main ke museum, siswa akan diajak keliling museum dulu dan dipandu oleh pemandu museum atau guru pendamping. Setelahnya akan ada permainan dan kuis tentang apa yang dijumpai dan dipelajari saat keliling museum. Permainan yang dilakukan biasanya melibatkan siswa dan guru pendampingnya, kemudian setelah itu ada kuis seputar museum.

Kita sudah tahu bahwa sangat banyak manfaat ketika belajar dan bermain di museum, tetapi mengapa kunjungan ke museum masih sangat sepi saat ini? Mungkin karena pembelajaran di luar ruangan terutama di museum membutuhkan biaya dan waktu tambahan. Selain itu, museum yang ada di Indonesia masih belum menarik minat siswa. Contohnya ketika liburan akhir tahun, siswa lebih memilih liburan ke taman bermain daripada ke museum. Anak-anak di wilayah Jepara juga masih banyak yang belum pernah ke Museum Kartini, padahal lebih dekat dan lebih murah biayanya. Hal ini merupakan masalah yang harus ditangani oleh pemerintah daerah kabupaten Jepara, bagaimana meningkatkan minat untuk main ke Museum Kartini.

Tinggalkan komentar